Senin, 20 Juni 2011

Darul-Arqam


BAB I
PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Mendengar dua kata ini Darul-Arqam mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita.Kelompok yang berpusat di Malaysia ini ternyata memiliki banyak cabang di Indonesia. Dakwah mereka tidak bisa dianggap sepele. Dengan pendekatan harta, bisnis dan duniawi mereka berhasil menarik dan menyesatkan sebagian kaum muslimin. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui siapakah sebenarnya kelompok ini? Di mana letak kesesatannya? Seperti apa wajah barunya di Indonesia?

2.      RUMUSAN MASALAH
a.       Siapakah Darul Arqam itu?
b.      Bagaimanakah ajaran-ajarannya?

3.      TUJUAN MASALAH
a.       Agar mahasiswa/i mengetahui siapakah sebenarnya kelompok Darul Arqam?
b.      Agar mahasiswa/i mengerti dengan ajaran-ajarannya?










BAB II
DARUL ARQAM

Sejarah Darul Arqam
Darul Arqam didirikan oleh Ashari Muhammad, lelaki berkelahiran 30 Oktober 1937. Oleh pengikutnya, Ashaari Muhammad biasa dipanggil Abuya atau Buya. Abuya Ashari Muhammad adalah alumni Ma’had Hishamuddin yang bertempat di Klang, Selangor, Malaysia.
Pada tahun 1966 Abuya Ashari Muhammad yang beraqidah Asy’ariah dan beraliran tasawuf Al-Ghazali ini, sakit keras selama empat bulan. Dia mengaku, pada saat itu dia bertemu dengan para ulama dan mengaji kepada mereka.
Abuya Ashari Muhammad yang pernah bergabung dengan Ikhwanul Muslimin dan kemudian Jama’atu-Tabligh ini, pada tahun 1967 bersuluk selama dua tahun di sebuah rumah yang disebut “Rumah Putih”. Di rumah itulah dia mengaku bermimpi bertemu dengan Muhammad bin Abdillah As-Suhaimi (meninggal pada tahun 1925), yang diyakini sebagai Imam Mahdi olehnya.
Pada tahun 1969, di “Rumah Putih” itu AbuyaAshari Muhammad membentuk suatu jamaah yang diberi nama Darul Arqam.Di bawah kepemimpinannya Darul-Arqam memiliki empat puluh perkampungan kelompoknya di seluruh Malaysia. Abuya juga mendirikan beberapa divisi, seperti: pendidikan, dakwah, kebudayaan, perdagangan dan industri, informasi, sains-teknologi, kesehatan dan lain-lain.
Sekitar tahun 1980-an perjuangan AbuyaAshari Muhammad pun mulai membesar dan mulai mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak.
Tahun 1993: Bertepatan dengan 25 tahun Darul-Arqam, Abuya A.M. meluncurkan nama Al-Arqam Group of  Companies (AGC). Seperti yang termaktub dalam buku 25 tahun Darul-Arqam.
Tahun 1989: Darul-Arqam sudah mempunyai tiga belas cabang di indonesia, yaitu:  Jakarta, Bogor, Bandung, Tasikmalaya,  Palembang,  Pekan Baru,  Dumai, Bukit tinggi, Padang, Medan, Aceh dll.
Tahun 1994: Darul-Arqam dibubarkan oleh pemerintah Malaysia.
Pada tahun 1994-2004: Abuya Ashari Muhammad ditahan secara ISA. Ditahan di penjara selama dua bulan pada 1994. Kemudian statusnya berubah menjadi tahanan rumah hingga 2004.
Tanggal 26 Oktober 2004 Abuya Ashari Muhammad bebas. Namun, dia tidak dapat memperoleh hak secara utuh seperti hak untuk dipilih dan hak untuk bepergian ke luar negeri.

Darul Arqam                      
Perlu kiranya para Netters sekalian ketahui, Jemaah Al-Arqam bukan
merupakan satu Sekte, tetapi Al-Arqam adalah satu Badan Dakwah
(seperti NU dan Muhammadiyah di Indonesia ) yang ingin memperjuangkan
cara hidup Islam secara sempurna dan untuk itu Al-Arqam di"backing"
satu Holding Company yang tangguh.
Darul Arqam sebagai sebuah Badan Dakwah kini telah menjadi sebuah
"Thoifah Gerakan Islam" (Thoifah = Jemaah) yang telah merebak ke
segala penjuru dunia. Al-Arqam saat ini tidak hanya berpusat di Malaysia
saja, namun telah menjangkau berbagai belahan Dunia termasuk AS, Eropa,
Afrika, Timur-Tengah, Asia bahkan sampai Australia dan New Zaeland.
Dengan kecanggihan Manajemen dan dukungan jutaan Ahli dan Simpati,
Arqam telah menggelar lebih dari 915 Proyek Industri yang tersebar
di berbagai Negara.
Setiap kali menyebutnya, mengingatkan kita pada Sang Pendiri,
Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi. Memang nama Abuya
tak bisa dipisahkan dengan kemajuan Arqam. Bahkan beliau akrab
dengan panggilan "Abuya" yang artinya Ayahku.
Mengapa dinamai Darul Arqam bukan Islam saja ?
"Pada dasarnya, nama itu diambil dari nama sahabat Nabi,
Arqam bin Abi Arqam. Ini 'tabarrukan' (mencari Berkah) dengan
nama sahabat. Dan itu hanya wadah. Segala kegiatan sepenuhnya Islami.
Maka sebagai wadah, sekali waktu bisa diganti atau dibuang,
tergantung situasi ", demikian Abuya.
Diawali dengan sebuah model Village yang Islami di Sungai Pencala,
Malaysia, Darul Arqam saat ini memiliki 40 lebih Village yang
tersebar di seluruh negeri dan lebih 100 cabang di seluruh dunia.
Dari Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jepang, Asia Tenggara,
Timur Tengah, Afrika sampai Eropa.
Selain itu Al-Arqam memiliki Kantor Pusat Hubungan Internasional yang
diperlakukan setingkat Kedutaan Besar di Islamabad, Pakistan dan
juga Al-Arqam Centre of Trade (Pusat Perdagangan Arqam) di Tashkent,
Uzbekistan.
Darul Arqam berjuang dengan cita-cita untuk membangun kehidupan Islam  yang berlandaskan kepada Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW.
Cara hidup ini hendak dilaksanakan dalam semua aspek kehidupan, dalam
cara berpakaian, cara makan, minum, cara menyusun rumah tangga,
menyusun ekonomi hingga menyusun Negara dan perhubungan Internasional
sekalipun.
Atas dasar ini Al-Arqam membangun 2 bentuk ibadah yaitu
dalam bentuk Hablumminallah (hub. manusia dgn Allah) dan
Hablumminannas (hub. manusia dgn manusia).
  I. Ibadah Hablumminallah [ Pembangunan INSANIAH ].
Darul Arqam bukan Aliran baru dalam Islam dan ia juga bukan madzhab baru
dengan sejumlah ajaran baru tentang Islam.
"Kami tetap jemaah bermadzhab. Akidah kami, Ahlussunnah wal-jamaah.
Madzhab fikih kami, Syafi'ie (mayoritas di Indonesia). Mengikuti
tauhid /paham teologi Al-Asy'ariyah dan Al Maturidi. Dan Tasawwuf kami,
Imam Al-Ghazali ", demikian Abuya Ashaari menegaskan.
Beliau disamping pemimpin Al-Arqam juga Syeikh Tarekat Aurad Muhammadiyah.
Karenanya Darul Arqam disebut juga Jemaah Aurad Muhammadiyah.
Oleh karena pembangunan Insaniah lebih dititik beratkan maka pendidikan
akhlak menjadi sesuatu yang sangat penting. Tak aneh jika kuliah
Fardhu Ain, Usrah-usrah, ceramah-ceramah umum, pengajian dan
ibadah-ibadah digalakkan.
Al Arqam, sejak 1984 telah memberi Bea Siswa kepada lebih 300 mahasiswa
untuk memperdalam ilmu ke Universitas Al-Azhar (Mesir), Universitas
Yordania dan University of Islamic Study (Karachi, Pakistan).
Negara-negara ini dipilih karena persamaan agama. Bukan berarti
tak ada mahasiswa yang dikirim ke Barat. Ada lebih 10 orang
Mahasiswa Arqam yang kini study di Amerika Serikat, Australia
dan Selandia Baru.
"Ini sebagai bukti bahwa Arqam tidak menolak kehidupan modern.
Bukankah Nabi mengatakan : Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.
Yang kami pelajari adalah teknologinya, bukan akhlak bangsanya,"
ujar Ustadz Fakhrurrazi Ashaari, putra Abuya.
Yang dipelajari memang bukan hanya ilmu agama. Ada yang masuk
Fak. Kedokteran, Teknik atau Manajemen. Biaya hidupnya semua
ditanggung Al Arqam. Yang menarik sebagai catatan, hampir 80 %
dari mahasiswa itu justru datang dari keluarga bukan anggota Al Arqam. Hubungan Antar umat Beragama yang lain.
Ada hal yang menarik untuk dicatat. Baru-baru ini Al-Arqam melebarkan
sayapnya dengan menceburi bisnis Satelit Komunikasi. Kontrak senilai
500 milyar Rupiah ini meliputi pembangunan Real Estate, pembangunan
Sentral Telepon Seluller & Pager System Philipina dan juga pembangunan
Sistem Komunikasi Philipina dengan penggunaan Satelit Komunikasi Rusia.
Yang menarik untuk dicatat, kerjasama ini antara Kelompok Sufi (Al-Arqam)
dengan partner Bisnisnya umat Kristen Philipina.
Selain itu Al-Arqam juga mengadakan kerjasama lain dalam Skala lebih
kecil dengan Umat Buddha di Thailand dan di China.
Aliran ini awalnya hadir di Jakarta dan terus berkembang hingga beberapa daerah termasuk Pekanbaru.
Dijelaskan Ilyas ada perbedaan antara aliran dengan paham.  Paham, sifatnya lebih pada pemahaman  individu. Paham  ini tidak terorganisis  berbentuk sebuah organisasi, penganutnya hanya orang perorang. Berbeda dengan aliran.  “Aliran lebih terorganisir, terstruktur dan punya susunan pengurus serta mengembangkan ajarannya,” jelas Ilyas.

           Ilyas mengatakan gerakan aliran sesat secara struktural sudah tidak ada lagi di Pekanbaru. Saat ini yang berkembang berupa paham. Seperti , paham  inkar sunah. Mereka tidak percaya pada sunah Nabi, menurut mereka satu satunya sumber adalah Al Quran.

Kemudian ada warga melaporkan bahwa ada  aliran menyerupai Darul Arqam muncul di Kecamatan Tenayan Raya. “Hal ini akan dipastikan lagi apakah benar ajaran seperti Darul Arqam kembali muncul di Pekanbaru,” katanya.(zul/nov)
Inti penyimpangan akidah ajaran Darul Arqam dan variannya adalah ketika
menyatakan bahwa Aurad Muhammadiyah diterima secara langsung oleh Syekh
Suhaemi, tokoh Darul Arqam, dari Rasulullah SAW di Ka'bah dalam keadaan jaga. Ajaran Darul Arqam ini sebenarnya telah nyata menyimpang dari dasar akidah Islam. Sebab dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW semua ajaran Islam yang harus disampaikan kepada ummat telah selesai, tak satu pun yang tertinggal. Dengan demikian, sepeninggal Nabi tidak ada lagi susulan dari Nabi, sejalan dengan firman Allah, surat Al-Ma'idah ayat 3.

      Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Maidah: 3)

      Kalau mengklaim pemimpin Arqam, Ashari Muhammad ini kita terima, berarti kita
mengakui masih adanya wahyu yang turun atau masih belum terselesaikannya
penyampaian ajaran Islam. Dengan demikian, hal ini akan mengubah akidah dasar
Islam yang telah menetapkan bahwa misi dan tugas Rasuulullah SAW telah selesai, sepeninggal beliau di Madinah 14 abad yang lampau.

      Lebih jauh lagi, nanti bisa saja orang-orang yang tidak bertanggung-jawab
mengaku-ngaku telah mendapat wangsit, atau apapun istilahnya, dari Rasulullah
SAW. Itu baru seorang Ashari Muhammad, bagaimana kalau di tiap negeri Islam
muncul lagi Ashari-ashari yang lain, di mana mereka semua mengklaim telah
menerima pesan syariat dari Nabi SAW. Bisa jadi akan ada syariat shalat baru,
puasa baru, zakat baru, serta ajaran agama baru. Lalu apa yang membedakan
antara agama Islam ini dengan agama 'buatan' lainnya?

      Beda akidah ini dengan yang sejenisnya yaitu Ahmadiyah adalah bahwa
tokohnya tidak mengaku nabi, tetapi mengaku menerima ajaran agama langsung dari nabi SAW. Padahal ajaran agama Islam itu diwariskan hanya lewat kitabullah
(Al-Qur'an Al-Kariem) dan sunnah Rasulullah SAW, serta metodologi fiqih yang
muktamad untuk menggali/istimbath dari kedua sumber utama itu. Sedangkan
ru'yah, kasysyaf, isyarah, mimpi, pesan rahasia, ilham yang diklaim oleh
manusia tentang Rasulullah SAW, sama sekali tidak boleh dikaitkan dengan ajaran
dan syariah agama.

Juli 1994 di Pekanbaru sepakat menyatakan bahwa Darul Arqam yang inti ajarannya aurad Muhammadiyah adalah faham yang menyimpang dari aqidah Islam serta faham yang sesat menyesatkan. Dan untuk memelihara kemurnian ajaran Islam dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, MUI mengusulkan kepada Kejaksaan Agung segera mengeluarkan larangan terhadap ajaran Darul Arqam dan aktivitasnya.

      MUI juga menyerukan kepada ummat Islam, terutama kaum remaja, agar tidak terpengaruh oleh ajaran yang sesat dan menyesatkan itu. Serta meminta kepada ummat Islam yang sudah terlanjur mengikuti ajaran tersebut agar segera kembali kepada ajaran Islam yang benar, ajaran yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Rasullullah SAW.

      Memang kita tidak pungkiri bahwa ada hal-hal tertentu di dalam komunitas
Al-Arqam ini yang kelihatan baik. Misalnya dalam dunia usaha, dalam akhlaq dan
etika, dan dalam beberapa hal lainnya. Dengan bijaksana kita mengakui ada
hal-hal yang positif yang telah mereka rintis. Namun pada tataran aqidah yang
nyata menyimpang, kita tidak mungkin melakukan kompromi. Ada baiknya bila
Al-Arqam melakukan koreksi pada sistem aqidah mereka secara jujur, transparan
dan elegan. Bila koreksi itu telah terjadi, maka tentu masalahnya akan segera
selesai. Jangan lagi berlindung di belakang topeng pluralisme, apalagi
liberalisme.


Metamorfosis Darul Arqam
Seperti apakah Darul-Arqam sekarang? Sekarang jika pembaca mencari ke manapun di dunia ini, maka pembaca tidak akan menemukan kelompok Darul-Arqam ini. Mereka telah berubah wujud sesuai perjalanan zaman.
Tahun 1997-2002: Darul-Arqam kembali bangkit dengan nama yang berbeda, yaitu Rufaqa. Sedangkan  di Indonesia, mereka memakai nama Hawariyun. Hawariyun Indonesia memiliki banyak kegiatan bisnis di antaranya adalah: Minimarket Margonda Depok, Minimarket Menunggu Janji di Pondok Pinang, Supermarket SuQ AL-Anshar di bintaro jaya dll.
Tahun 2002-2003: Proyek bisnis Abuya A.M. berkembang pesat di Indonesia. Di antaranya: Guest House di Sriwijaya, studio, Cafe Qtrunada, butik, Coffe & Bakery, Dekstop Publshing di SCBD Sudirman Jakarta, Apartemen di bangkok, butik di Paris, Love and Care Cafe di Perth, Cury House di Geraldton, Farm kambing di sydney, dll.
Tahun 2000: Hawariyun di Indonesia dan Rufaqa’ Malaysia bergabung menjadi Zumala Group Internasional. Dua tahun kemudian berubah nama lagi menjadi Rufaqa’ Internasional/Rufaqa Corporation Sdn. Bhd..
Tahun 2004: Hingga sekarang berdiri komunitas Rufaqa’ yang berlokasi di Sentul City, Sentul, Bogor.
Tahun 2008: Sebutan Rufaqa’ diganti menjadi GLOBAL IKHWAN. Inilah wajah Darul-Arqam sekarang ini di seluruh dunia.
Baru-baru ini, tepatnya tanggal 26-28 Februari 2010 sekitar dua puluh bandar (kompleks) Global Ikhwan dari seluruh dunia berkumpul di Pekanbaru. Mereka memperingati Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam pertemuan itu. Pertemuan ini diikuti oleh Global Ikhwan Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, Australia dan Eropa. Abuya A.M. pun hadir meskipun dalam keadaan sakit keras. Dia tidak bisa berpidato lagi sehingga diwakilkan oleh istrinya.
Entah, nanti akan berubah menjadi apa lagi Global Ikhwan. Yang jelas mereka tidak henti-hentinya mencari pengikut. Oleh karena itu, mari kita ingatkan orang-orang di sekitar kita agar tidak terpengaruh dengan mereka.


Ajaran-Ajaran Darul Arqam

1.    Muhammad bin Abdillah As-Suhaimi mengaku bahwa dia mendapatkan Aurad Muhammadiah (panduan dzikir-dzikir  ala Darul-Arqam) langsung dari Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dalam keadaan jaga dan tidak tidur. Hal yang sama dinyatakan oleh Abuya A.M., dia menyatakan bahwa dia pernah bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan Imam Mahdi. (Lihat ‘Abuya H. Ashaari Muhammad adalah Putera Bani Tamim’ oleh Mohd. Nizamuddin & Laila Ahmad. Giliran Timur Books: Malaysia. hal. 62-63, dan Aliran dan Paham Sesat di Indonesia oleh Hartono A. J. hal. 41-42)
2.    Abuya A.M. menyatakan bahwa dirinya adalah Putera Bani Tamim yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Imam Mahdi. (Lihat ‘Abuya H. Ashaari Muhammad adalah Putera Bani Tamim’ hal. 71-78)
3.    Sebagaimana kaum sufi lainnya, pengikut-pengikut Abuya A.M. sangat mengkultuskan Abuya A.M.. Sampai-sampai di antara mereka ada yang meminta langsung kepadanya. Penulis pernah mendengar sendiri rekaman doa yang dipanjatkan oleh salah seorang pengikutnya yang meminta kepada Abuya A. M. agar ditegakkan daulah islamiah untuk kaum muslimin.
4.    Abuya A.M. diyakini memiliki ilmu laduni (ilmu yang didapatkan langsung dari Allah). Dan mereka menyakini bahwa Abuya A.M. adalah tafsir Al-Qur’an dan As-Sunnah yang bergerak. (Lihat ‘Abuya H. Ashaari Muhammad adalah Putera Bani Tamim’ hal. 28 dan ‘Taqwa Menurut Ustadz Hj Asaari Mohamad’ oleh Mejar (B) Abu Dzar. Penerbitan Minda Ikhwan: Malaysia. hal. 82)
5.    Mereka menambahkan dua kalimat syahadat. Selain kalimat syahadat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka menambahkan dengan kalimat syahadat kepada Abu Bakr, ‘Umar, Utsman, ‘Ali  dan kepada Muhammad bin Abdillah As-Suhaimi dan menyatakan bahwa dia adalah Imam Mahdi. Bunyi syahadat mereka yang terakhir adalah: “Muhammad al-Mahdi, khalifatu Rasulillah.” (Lihat ‘Kesesatan Rufaqa’ Di Dalam Aurad, Al-Mahdi Dan Bani Tamim’ (http://www.islam.gov.my/ (JAKIM)))
6.    Mereka mensyaratkan untuk menjadi orang yang bertakwa harus dibimbing oleh seorang mursyid (pembimbing). Dalam hal ini yang mereka maksud dengan mursyid adalah Abuya A.M.. Orang yang paling berilmu dan beramal saleh sekalipun, harus di bawah bimbingannya jika ingin menjadi orang yang bertakwa. (Lihat ‘Taqwa Menurut Ustadz Hj Asaari Mohamad’ hal. 78-83)
7.    Aurad Muhammadiah menjadi pegangan wajib mereka. Mereka sangat berlebih-lebihan dalam mengamalkannya. Sampai-sampai Abuya A.M. mengatakan: “Hanya pengamal Aurad Muhammadiah yang berjuang saja yang dapat lakukan kerja-kerja perjuangan akhir zaman ini. Pengamal-pengamal tarekat lain yang diwarisi dari zaman sebelum, sebenarnya tidak cukup kuat untuk melakukan perjuangan Islam akhir zaman ini. Sebab masanya sudah berlalu.” (Lihat (www.kawansejati.ee.itb.ac.id))
8.    Tajdid (pembaharuan) menurut mereka adalah pembaharuan yang dibawa oleh Abuya A.M.. Dan mereka meyakini bahwa Abuya A.M. adalah Sayyidul-Mujaddidin (pemimpin para mujaddid). (Lihat ‘Kesesatan Rufaqa’ Di Dalam Aurad, Al-Mahdi Dan Bani Tamim’ (http://www.islam.gov.my/ (JAKIM)), dan ‘Abuya H. Ashaari Muhammad adalah Putera Bani Tamim’ hal. 53-70)
9.    Abuya A.M. membuat ramalan-ramalan, jadwal Tuhan dan lain sebagainya. Tidak heran kalau sebagian pengikut-pengikutnya sangat sering bertanya kepadanya tentang apa yang akan terjadi di masa depan. (Lihat ‘Abuya H. Ashaari Muhammad adalah Putera Bani Tamim’ hal. 9-22)
10.                        Sebagaimana dilakukan oleh Syi’ah, sebagian pengikut-pengikutnya banyak yang menggunakan taqiyah (pura-pura/berbohong) dalam berdakwah. Untuk poin yang ini, hendaknya kaum muslimin tidak tertipu dengan mereka, karena mereka sering menyembunyikan akidah mereka dan berpura-pura menyatu dengan kaum muslimin yang lainnya. (Lihat ‘Kesesatan Rufaqa’ Di Dalam Aurad, Al-Mahdi Dan Bani Tamim’ (http://www.islam.gov.my/ (JAKIM)).
11.                        Abuya A.M. menyatakan bahwa dirinya adalah Putera Bani Tamim yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Imam Mahdi.[2]
Aqidah –aqidahnya
1.    Keyakinan mereka yang tentang Imam Mahdi sebagai berikut:
1.    Imam Mahdi adalah seorang lelaki yang masih hidup dan digaibkan oleh Allah.
2.    Imam Mahdi yang mereka maksudkan adalah Muhammad bin Abdillah As-Suhaimi (meninggal tahun 1925).
3.    Mereka memastikan bahwa Imam Mahdi akan muncul tidak lama lagi, yaitu setelah terbentuknya daulah islamiah di Malaysia setelah tiga atau empat tahun ke depannya.
“Hanya pengamal Aurad Muhammadiah yang berjuang saja yang dapat lakukan kerja-kerja perjuangan akhir zaman ini. Pengamal-pengamal tarekat lain yang diwarisi dari zaman sebelum, sebenarnya tidak cukup kuat untuk melakukan perjuangan Islam akhir zaman ini. Sebab masanya sudah berlalu.










BAB III
KESIMPULAN


Darul Arqam adalah suatu aliran yang dipelopori oleh abuya Ashari Muhammad dari Malaysia. Yang inti ajarannya adalah Aurad Muhammadiyah. Ajaran- ajarannya yang sedikit menyimpang dari agama yang lain. Meskipun banyak orang yang mengklaim bahwa ajaran darul arqam ini sesat, namun masih banyak pengikutnya, mulai dari Indonesia sampai manca Negara. Perlu kita pahami ajaran –ajaran Darul Arqam ini sebelum mengklaim bahwa ajarannya sesat. Meskipun sudah ditentang oleh MUI. ada hal-hal tertentu di dalam komunitas Al-Arqam ini yang kelihatan baik. Misalnya dalam dunia usaha, dalam akhlaq dan etika, dan dalam beberapa hal lainnya. Dengan bijaksana kita mengakui ada hal-hal yang positif yang telah mereka rintis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar